Soto daging kuning selalu punya tempat spesial di meja makan orang Indonesia. Kuahnya yang hangat, warna kuning yang menggoda, serta aroma rempah yang kuat membuat hidangan ini sulit ditolak. Resep soto daging kuning bukan sekadar soal mencampur bumbu dan merebus daging, tetapi tentang teknik, kesabaran, dan keseimbangan rasa.
Di banyak daerah, soto hadir dengan karakter berbeda. Namun, soto daging kuah kuning biasanya identik dengan cita rasa gurih, sedikit manis, dan wangi kunyit yang khas. Hidangan ini sering muncul saat acara keluarga, arisan, hingga momen spesial seperti Lebaran.
Menariknya, generasi milenial dan Gen Z kini mulai kembali memasak menu tradisional di rumah. Bukan sekadar nostalgia, tetapi juga bentuk eksplorasi rasa dan gaya hidup yang lebih mindful. Soto daging kuning pun jadi salah satu resep yang sering dicoba ulang dengan sentuhan modern.
Lalu, bagaimana cara membuat soto daging kuning yang kuahnya bening, dagingnya empuk, dan rasanya dalam? Berikut panduan lengkapnya.
Mengenal Karakter Soto Daging Kuning

Sebelum masuk ke resep, penting memahami karakter utama soto daging kuah kuning. Warna kuning berasal dari kunyit segar atau bubuk kunyit berkualitas. Namun, warna saja tidak cukup. Aroma dan rasa harus seimbang.
Ciri khas soto daging kuning yang autentik Cookpad:
Kuah bening kekuningan, bukan keruh atau terlalu pekat.
Aroma rempah terasa, tetapi tidak mendominasi.
Daging empuk tanpa bau amis.
Rasa gurih alami dari kaldu, bukan sekadar dari penyedap.
Seorang ibu muda bernama Rani pernah bercerita bahwa percobaan pertamanya membuat soto gagal total. Kuahnya keruh, dagingnya alot, dan rasa kunyit terlalu tajam. Setelah mencoba ulang dengan teknik merebus yang tepat dan menumis bumbu hingga benar-benar matang, hasilnya jauh berbeda. Dari situ terlihat bahwa detail kecil sangat menentukan hasil akhir.
Bahan-Bahan Soto Daging Kuning
Agar rasa maksimal, gunakan bahan segar dan berkualitas. Berikut komposisi untuk 4–5 porsi:
Bahan utama:
700 gram daging sapi (bagian sandung lamur)
3 liter air
3 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
1 ruas lengkuas, memarkan
Garam dan gula secukupnya
Bumbu halus:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
3 butir kemiri, sangrai
1 ruas kunyit (bakar sebentar)
1 ruas jahe
½ sendok teh ketumbar
Pelengkap:
Soun atau bihun
Tauge pendek
Daun bawang dan seledri
Bawang goreng
Jeruk nipis
Sambal rawit
Perpaduan bumbu ini menciptakan profil rasa gurih-rempah yang khas. Kemiri memberi tekstur lembut pada kuah, sementara jahe dan serai membantu mengurangi aroma amis.
Cara Membuat Soto Daging Kuning yang Empuk dan Gurih

Proses memasak soto daging kuning sebenarnya tidak rumit, tetapi perlu urutan yang tepat.
Rebus daging terlebih dahulu.
Masukkan daging ke dalam air mendidih. Rebus sekitar 5 menit, lalu buang airnya. Langkah ini membantu menghilangkan kotoran dan membuat kuah lebih bening.Rebus ulang untuk kaldu.
Tambahkan 2 liter air baru, masukkan daging, lalu rebus dengan api kecil hingga empuk. Proses ini memakan waktu sekitar 60–90 menit. Gunakan panci presto jika ingin lebih cepat.Tumis bumbu hingga matang.
Haluskan semua bumbu, lalu tumis sampai harum dan matang. Masukkan serai, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas. Pastikan bumbu benar-benar matang agar tidak langu.Campurkan bumbu ke dalam kaldu.
Setelah daging empuk, angkat dan potong sesuai selera. Masukkan kembali ke dalam kuah bersama tumisan bumbu. Tambahkan garam dan sedikit gula untuk menyeimbangkan rasa.Koreksi rasa dan sajikan.
Didihkan kembali selama 10–15 menit agar bumbu menyatu. Sajikan dengan pelengkap.
Transisi dari satu tahap ke tahap berikutnya menentukan kualitas kuah. Jangan terburu-buru. Api kecil menjaga kaldu tetap jernih dan rasa tetap bersih.
Rahasia Kuah Bening dan Tidak Amis
Banyak orang gagal pada dua hal: kuah keruh dan aroma amis. Padahal, solusinya sederhana jika tahu tekniknya.
Berikut beberapa tips penting:
Gunakan api kecil saat merebus agar kaldu tidak bergolak keras.
Buang busa yang muncul di permukaan kuah.
Bakar kunyit sebelum dihaluskan untuk aroma lebih dalam.
Jangan langsung mencampur bumbu mentah ke dalam kuah tanpa ditumis.
Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis saat penyajian untuk rasa segar.
Selain itu, pilih potongan daging yang memiliki sedikit lemak. Lemak memberi rasa gurih alami pada kaldu. Namun, jangan terlalu banyak karena bisa membuat kuah terasa berat.
Beberapa orang juga menambahkan sedikit santan encer untuk variasi rasa yang lebih creamy. Namun, versi klasik soto daging kuning biasanya tetap mempertahankan kuah bening sebagai identitas utamanya.
Variasi Soto Daging Kuning yang Bisa Dicoba
Seiring berkembangnya tren kuliner, soto daging kuah kuning mengalami banyak adaptasi. Meski begitu, esensinya tetap sama: kuah hangat penuh rempah.
Beberapa variasi yang bisa dicoba di rumah:
Soto daging kuning pedas dengan tambahan cabai merah pada bumbu halus.
Soto daging santan untuk rasa lebih kaya.
Soto daging bening tanpa gula bagi yang menghindari rasa manis.
Soto daging dengan tambahan kentang goreng untuk tekstur berbeda.
Kreativitas sah saja selama tidak menghilangkan karakter utama. Bahkan beberapa kafe modern kini menyajikan soto dalam mangkuk minimalis dengan plating estetik agar lebih menarik bagi anak muda.
Penyajian yang Menggugah Selera
Tampilan juga memengaruhi pengalaman makan. Sajikan soto daging kuning dalam mangkuk hangat. Tata soun, tauge, dan potongan daging terlebih dahulu, lalu siram dengan kuah panas.
Tambahkan:
Taburan daun bawang dan seledri
Bawang goreng renyah
Sambal rawit sesuai selera
Perasan jeruk nipis
Soto paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat atau lontong. Beberapa orang juga menyajikannya dengan kerupuk udang untuk sensasi renyah.
Aroma kuah yang mengepul sering kali langsung membangkitkan selera. Bahkan sebelum sendok pertama masuk ke mulut, wangi rempah sudah lebih dulu “berbicara”.
Penutup
Resep soto daging kuning bukan sekadar panduan memasak, melainkan perjalanan rasa yang sarat tradisi. Setiap langkah, dari merebus daging hingga menumis bumbu, menyimpan detail penting yang menentukan hasil akhir.
Di tengah tren makanan cepat saji dan hidangan instan, soto daging kuning mengingatkan bahwa proses tidak pernah mengkhianati rasa. Kesabaran saat membuat kaldu dan ketelitian dalam mengolah bumbu menghadirkan kuah yang hangat, gurih, dan menenangkan.
Pada akhirnya, soto daging kuning bukan hanya tentang makanan. Ia menjadi simbol kehangatan rumah, kebersamaan, dan kenangan yang sulit tergantikan. Dan ketika satu mangkuk soto tersaji sempurna, semua usaha terasa sepadan.
Baca fakta seputar : Culinary
Baca juga artikel menarik tentang : Sate Kelinci: Kuliner Pegunungan yang Empuk, Gurih, dan Kaya Tradisi




