Evan Soumilena: Bintang Futsal Indonesia yang Bikin Dunia Terkagum

Evan Soumilena

Aku masih ingat banget waktu pertama kali dengar nama Evan Soumilena. Waktu itu, aku lagi scroll Instagram cari highlight pertandingan futsal lokal, dan tiba-tiba muncul video seorang pemain muda dengan nomor punggung 10, menggiring bola dengan kecepatan dan ketenangan yang nggak biasa. Kakinya lincah, visinya tajam, dan yang paling bikin melongo, dia cetak gol dari jarak jauh—pakai kaki kiri. Setelah itu, aku jadi penasaran. Siapa sih sebenarnya Evan Soumilena ini?

Siapa Sebenarnya Evan Soumilena?

Jadi pemain timnas Futsal Indonesia pertama di Eropa! Evan Soumilena bakal  gabung klub Portugal, ADCR Caxinas - Haluan.co - Portal Media Generasi Muda  Indonesia

Nama lengkapnya Evan Soumilena, dan dia berasal dari Papua—tepatnya dari Biak, sebuah kota kecil yang menurutku jadi salah satu “pabrik bakat alam” di Indonesia, apalagi untuk cabang olahraga seperti sepak bola dan futsal.

Lahir pada 1998, Evan bukan datang dari akademi elite seperti anak-anak Jakarta atau Bandung. Tapi justru dari jalanan dan lapangan futsal seadanya di Biak, dia menajamkan insting dan skill-nya. Yang menarik, dia nggak langsung jadi pemain futsal profesional. Dia sempat main bola lapangan dulu, bahkan sempat membela Sports Persipura U21, sebelum akhirnya fokus di dunia futsal Wikipedia.

Perjalanan kariernya terasa sangat organik. Nggak instan. Dan itu yang bikin dia relatable buat banyak pemain muda di luar sana.

Mengapa Evan Soumilena Populer?

Jujur ya, popularitas Evan itu bukan hasil dari promosi media besar atau agensi. Tapi murni karena konsistensi performa dan highlight di lapangan. Dia mulai dikenal luas waktu gabung Bintang Timur Surabaya (BTS) dan tampil menggila di Liga Futsal Profesional Indonesia.

Kalau kamu nonton pertandingan-pertandingan dia, kamu bakal ngerti kenapa dia jadi viral. Gaya mainnya cepat, agresif, tapi tetap kalem saat finishing. Kombinasi yang jarang banget ada di pemain lokal. Dia bukan cuma jago dribble, tapi juga punya insting mencetak gol yang tajam banget.

Yang bikin dia makin viral? Ya karena di beberapa laga besar, dia jadi penentu. Entah cetak hat-trick atau bikin assist penting di detik terakhir. Orang-orang mulai ngeh: “Lho, ini siapa kok mainnya kayak pemain Brasil tapi dari Indonesia?”

Waktu itu aku mikir, “Evan ini bukan cuma pemain futsal bagus, tapi dia ikon potensial buat generasi baru futsal Indonesia.”

Skil Individu Evan Soumilena: Nggak Cuma Dribble, Tapi Penuh Naluri

Kalau kamu tanya, apa skill individu Evan Soumilena yang paling menonjol, aku akan jawab: dribble, finishing, dan positioning.

Tapi di balik itu, yang paling bikin beda adalah nalurinya. Dia seperti punya radar di otak untuk tahu kapan harus ngoper, kapan harus tusuk ke dalam, dan kapan mesti tarik mundur buat buka ruang.

Aku pernah nonton langsung waktu BTS main lawan Black Steel di semifinal liga. Di babak kedua, tempo naik. Lawan marking dia ketat. Tapi entah gimana, Evan masih bisa “menghilang”, muncul di ruang kosong, dan cetak gol lewat satu sentuhan. Kayaknya sederhana, tapi itu nggak bisa dilakukan sembarang orang.

Skill individunya:

  • Dribbling cepat & terkontrol — mirip gaya Brasil, tapi ada sentuhan khas Papua.

  • Finishing kaki kiri & kanan — meskipun dominan kiri, dia tetap percaya diri pakai kanan.

  • Body balance kuat banget — walau diganjal, susah banget jatuhin dia.

  • Punya tendangan keras — dari tengah lapangan pun bisa ancam gawang.

Satu hal yang paling aku suka, dia jarang pamer. Mainnya efisien. Dribble seperlunya, nggak berlebihan. Dan itu bukti kedewasaan main yang luar biasa buat pemain muda.

Apa yang Membuat Evan Soumilena Dilirik Banyak Klub?

Profil Evan Soumilena, Kini Perkuat Fafage Banua | IDN Times

Menurutku, ada empat faktor kenapa Evan Soumilena dilirik banyak klub, termasuk dari luar negeri.

1. Konsistensi dan Statistik Gol

Dia langganan top skor di liga futsal lokal. Waktu main di BTS, jumlah golnya bukan cuma banyak, tapi juga krusial. Dia cetak gol penting di laga-laga besar, bukan cuma lawan tim papan bawah.

2. Umur Masih Muda tapi Pengalaman Matang

Meski masih usia 20-an, jam terbangnya tinggi banget. Dia sudah tampil di AFC Futsal Championship bareng timnas, main lawan Jepang, Iran, bahkan Qatar. Itu bukan pengalaman yang bisa dibeli.

3. Karakter Pemimpin di Lapangan

Ini penting. Banyak pemain jago, tapi nggak semua bisa jadi leader. Evan beda. Dia teriak di lapangan, kasih arahan, dan nyemangatin teman setim. Bahkan pelatih asing pun mengakui karakternya.

4. Fisik Kuat dan Adaptif

Di futsal, stamina dan fisik itu krusial. Dan Evan punya itu. Bahkan saat bermain di liga-liga luar negeri, seperti di Thailand dan Hong Kong, dia tetap bisa nyetel dengan tempo tinggi.

Bahkan sempat beredar kabar bahwa klub-klub dari Jepang dan Iran sempat mengincar dia. Itu bukan gosip kosong. Beberapa jurnalis futsal Asia juga pernah bahas potensi Evan main di liga futsal Eropa.

Pencapaian Karier Evan Soumilena: Dari Papua ke Kancah Asia

Kalau disuruh rangkum pencapaian karier Evan, rasanya list-nya bisa panjang banget. Tapi berikut yang paling mencolok dan jadi bukti bahwa dia bukan sekadar sensasi viral.

1. Top Skor Liga Futsal Profesional Indonesia

Beberapa musim dia langganan top skor. Bahkan pernah cetak lebih dari 30 gol dalam satu musim — angka yang nggak main-main untuk futsal.

2. Membawa BTS Surabaya ke Final Liga Futsal

Ini salah satu pencapaian yang bikin namanya makin besar. Dia bukan cuma mesin gol, tapi juga penentu ritme permainan.

3. Dipanggil Timnas Futsal Indonesia

Tampil di ajang AFC Futsal Asian Cup, main lawan tim-tim Asia kelas atas. Di turnamen itu, dia cetak gol penting dan bahkan jadi sorotan media asing.

4. Bermain di Klub Luar Negeri

Evan sempat main di Hong Kong dan dikabarkan masuk radar klub Thailand. Ini bukti nyata bahwa kualitas dia diakui di luar negeri.

5. Menjadi Ikon Pemuda Papua di Olahraga

Evan mungkin belum sadar, tapi dia sudah jadi role model buat anak-anak muda Papua. Dia bukti bahwa dari kota kecil pun bisa tembus panggung internasional.

Pelajaran yang Saya Petik dari Karier Evan Soumilena

Dari perjalanan Evan, saya pribadi belajar banyak hal. Nggak cuma soal teknik futsal, tapi juga soal mentalitas. Beberapa pelajaran penting yang saya catat:

  • Bakat harus diasah dengan disiplin. Evan mungkin berbakat, tapi tanpa kerja keras, dia nggak akan sejauh ini.

  • Asal daerah bukan penghalang. Dari Biak, dia bisa bersaing di level Asia. Itu inspirasi buat siapa pun yang merasa dari “daerah”.

  • Main efisien lebih penting daripada pamer skill. Banyak pemain suka gaya-gayaan. Tapi Evan fokus hasil. Itu kunci suksesnya.

  • Rendah hati itu penting. Walau udah top, dia tetap bersikap kalem dan nggak meledak-ledak di media sosial.

Aku sendiri, sebagai penonton dan penggemar, jadi makin semangat belajar futsal. Bahkan pernah coba ikutin cara dia tusuk dari sayap ke tengah—walau hasilnya sih… ya, nggak sejago dia, hahaha!

Masa Depan Masih Terbuka Lebar

Evan Soumilena masih muda. Kariernya belum mentok. Kalau dia terus konsisten dan bisa main di liga-liga luar negeri seperti Jepang, Thailand, atau bahkan Eropa, dia bisa jadi legenda futsal Indonesia.

Buat kamu yang lagi belajar futsal atau penggemar olahraga ini, coba deh tonton highlight dia. Nggak cuma belajar teknik, kamu juga bisa lihat contoh nyata dari seseorang yang berjuang dari nol, tapi nggak pernah menyerah.

Dan buat Evan, kalau kamu baca ini — teruslah jadi inspirasi. Mainlah dengan hati, dan bawa nama Indonesia lebih tinggi di kancah internasional. Siapa tahu, satu hari nanti, kamu bukan cuma jadi pemain hebat, tapi juga pelatih atau mentor buat generasi berikutnya.

Karena sejatinya, futsal bukan cuma soal gol, tapi soal bagaimana kamu menginspirasi lewat permainanmu. 

Baca juga artikel menarik lainnya tentang Mendaki Gunung: Olahraga Fisik Sekaligus Jiwa disini

Author