Jujur ya, awalnya aku tuh agak skeptis sama ayam geprek yang dikasih mayo. Maksudnya… ayam geprek udah enak banget dengan sambal uleg pedas level dewa, ngapain juga ditambah mayo? Tapi semuanya berubah sejak temanku maksa nyobain ayam geprek mayo dari warung deket kosan dulu (yang anehnya, malah rame banget tiap jam makan siang).
Pertama kali aku gigit, rasanya langsung Culinary… “Wah, ini kenapa enak banget sih?!”
Perpaduan rasa pedas dari sambal geprek dan lembutnya mayo itu nggak nyangka bakal cocok. Serius, aku kira bakal aneh. Tapi ternyata, mayo itu ngasih efek creamy dan agak manis yang jadi penyeimbang pedasnya sambal. Jadi rasanya tuh kompleks banget: gurih, pedas, creamy, dan nagih!
Kalau kamu belum pernah nyoba, ini waktunya.
Kenapa Ayam Geprek Mayo Banyak yang Suka?
Gampangnya: karena ini comfort food versi lokal yang naik level zetizen!
Menurut pengamatanku sebagai orang yang suka kelayapan cari makan enak (dan murah), ayam geprek mayo tuh punya daya tarik karena:
Perpaduan Tekstur: Ayam yang digoreng crispy tapi geprek, terus dikasih sambal, lalu mayo—teksturnya tuh dapet semua. Ada crunchy, ada lembut, ada lumer.
Balance Rasa: Sambal geprek seringkali terlalu pedas buat sebagian orang. Mayo bantu netralin tanpa ngilangin cita rasa khas ayam geprek. Ini cocok buat yang lidahnya nggak sekuat “anak sambal sejati”.
Fleksibel Banget: Bisa pakai nasi, bisa jadi topping mie, bahkan ada yang makan pakai kentang goreng. Variatif!
Instagramable: Aneh tapi nyata, tampilannya tuh menggoda. Warna merah sambal + putih mayo = menggoda untuk diunggah dulu, makan belakangan.
Dan yang paling penting… harga bersahabat. Di warung kaki lima sampai resto kekinian pun banyak yang jual. Dari 15 ribu sampai 40 ribu, semua kelas bisa menikmatinya.
Tips Menikmati Ayam Geprek Mayo Biar Makin Nikmat
Setelah beberapa kali menikmati (dan mengalami kebodohan lidah terbakar karena sok kuat level 5), aku punya beberapa tips yang bisa kamu pakai biar pengalaman makan ayam geprek mayo lebih maksimal:
Pilih Level Pedas Sesuai Kemampuan. Jangan malu pilih level 1. Serius, lebih baik menikmati daripada merana. Kalau kamu pedenya gede, tapi perutmu nggak setia—selamat datang di klub mules malam hari.
Mayo-nya Jangan Kebanyakan. Ini kesalahan umum. Kalau terlalu banyak, rasa pedasnya bisa kalah. Idealnya, 1-2 sendok makan cukup buat dapet efek creamy yang seimbang.
Tambah Keju? Why Not! Kalau kamu doyan creamy banget, tambahin parutan keju cheddar. Gurihnya makin mantap.
Makan Saat Hangat. Ini wajib. Ayam geprek mayo yang udah dingin itu kayak… nasi uduk yang udah ditinggal mantan. Hambar dan sedih.
Pasangkan dengan Teh Manis atau Es Jeruk. Pedas dan creamy-nya cocok banget disandingin sama minuman yang seger tapi nggak terlalu berat.
Resep Ayam Geprek Mayo Anti Ribet, Cocok Buat Anak Kos
Oke, ini bagian favoritku: bikin sendiri di rumah. Buat kamu yang pengin hemat tapi tetap makan enak, cobain resep simpel berikut. Aku udah pakai ini berkali-kali.
Bahan Ayam:
2 potong dada ayam fillet
1 butir telur
5 sdm tepung terigu
3 sdm tepung maizena
Garam & lada secukupnya
Minyak untuk menggoreng
Bahan Sambal Geprek:
10 cabai rawit merah (bisa dikurangi)
2 siung bawang putih
Sejumput garam
1 sdm minyak panas
Bahan Topping:
2 sdm mayonnaise (brand apa aja, sesuaikan selera)
(Opsional) keju parut atau saus sambal tambahan
Cara Membuat:
Marinasi ayam dengan garam & lada 15 menit.
Celupkan ke telur, balur dengan campuran tepung, goreng hingga golden crispy.
Sambalnya: Ulek cabai dan bawang putih kasar, beri garam, lalu siram minyak panas.
Geprek ayam dengan sambal yang udah jadi.
Siram mayo di atasnya. Mau dibentuk spiral kek atau diaduk rata juga boleh.
Tambah nasi hangat… dan siap disantap!
Kalau kamu punya air fryer, bisa juga loh digoreng tanpa minyak, lebih sehat dikit.
Review Jujur Setelah Makan Ayam Geprek Mayo dari Berbagai Tempat
Aku pernah coba ayam geprek mayo dari beberapa tempat, dari yang kaki lima sampai resto kekinian. Nih, beberapa review jujurku:
1. Ayam Geprek Bensu (versi mayo)
Kelebihan: Rasa sambal mantap, mayo-nya pas, ayam besar.
Kekurangan: Agak pricey buat kantong harian.
Rating pribadi: 8.5/10
2. Warung “Mba Ayu Geprek” (deket kantor)
Kelebihan: Harga cuma 15 ribu udah dapat nasi, sambal, ayam, dan mayo. Rasanya nggak main-main.
Kekurangan: Tempat kecil, sering kehabisan.
Rating pribadi: 9/10 (karena value for money-nya juara!)
3. Versi Buatan Sendiri
Kelebihan: Bisa atur pedas dan mayo sesuai selera. Lebih puas.
Kekurangan: Agak repot kalau pas lapar banget.
Rating pribadi: 9/10 kalau nggak malas.
Pelajaran dari Ayam Geprek Mayo?
Lucunya, dari makanan se-simple ini aku belajar satu hal penting: kadang yang terlihat nggak cocok, justru bisa jadi pasangan terbaik kalau disatukan dengan porsi yang pas.
Ayam goreng pedas dan mayo—kayaknya nggak nyambung, tapi ternyata malah cocok banget. Sama seperti hidup, kadang kita harus coba hal baru dulu sebelum tahu itu ‘jodoh’.
Dan jangan takut bereksperimen. Mau kamu tambahin saus keju, sambal matah, atau bahkan coleslaw sekalipun—ayam geprek mayo itu bisa di-upgrade sesuai versi terbaikmu.
Ayam Geprek Mayo, Hidangan Rakyat Rasa Restoran
Buatku pribadi, ayam geprek mayo itu lebih dari sekadar makanan kekinian. Ini comfort food yang fleksibel, ramah kantong, dan bisa jadi sahabat di kala lapar melanda.
Kalau kamu belum coba, cobain. Kalau udah coba tapi belum jatuh cinta, mungkin kamu belum nemu versi terbaiknya. Dan kalau kamu udah cinta… welcome to the club.
Baca juga artikel menarik lainnya tentang Donat Goreng Mini: Resep dan Trik untuk Membuatnya Lebih Enak dan Menggoda! disini